Pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara pendidik dengan anak didik. Anak didik dapat bergaul karena merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu saling berintegrasi, saling tolong menolong, saling ingin maju, ingin berkumpul, ingin menyesuaikan diri, hidup dalam kebersamaan dan lain sebagainya. Selain itu, anak didik memiliki pendidikan yang baik. Sifat sebagai makhluk sosial sudah dimiliki sejak bayi, dan tampaknya merupakan potensi yang dibawa sejak lahir. Hal ini disebakan oleh factor-faktor berikut:
a) Sifat ketergantungan manusia dengan manusia lainnya
b) Sifat adaptability dan intelegensi
Dengan demikian, manusia sebagai makhluk sosial menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan, karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan. Landasan sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa landasan sosiologis pendidikan adalah acuan atau asumsi dalam penerapan pendidikan yang bertolak pada interaksi antar individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa landasan sosiologis pendidikan adalah acuan atau asumsi dalam penerapan pendidikan yang bertolak pada interaksi antar individu sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu (pendidik dan peserta didik) bahkan dua generasi yang memungkinkan generasi muda mengembangkan diri. Pengembangan diri tersebut dilakukan dalam kegiatan pendidikan. Oleh karena itu kegiatan pendidikan dapat berlangsung baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, kajian sosiologis tentang pendidikan mencakup semua jalur pendidikan tersebut.
Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat, sebagai berikut:
a. Kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat
b. Kesejahteraa bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat
c. Negara melindungi warga negaranya
d. Selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban.
Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya.
1. Landasan Ekonomi Pendidikan
Landasan ekonomi membahas peran ekonomi, fungsi, peranam produksi, dan efektivitas biaya pendidikan. Ekonomi tidak memiliki peranan utama dalam pendidikan, tetapi memiliki pengaruh yang cukup besaar dalam pendidikan. Faktor yang paling menentukan dalam pendidikan adalah dedikasi (loyalitas), keahlian, dan ketrampilan pengelola dan pendidik.tiap lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan sepatutnya mampu menutupi kebutuhan sekolah masing-masing dan tidak harus bergantung pada pemerintah. Manajemen sekolah mulai dari tingkat siswa, guru, dan pengurusnya sepatutnya mengetahui peran dan tugasnya masing-masing.
Banyak ahli meyakini bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan sosial-ekonomi sebuah bangsa. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendidikan, selain dapat mendorong kemajuan sosial, juga dapat menjadi stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pendidikan berdimensi ganda: sosial dan ekonomi. Dimensi sosial pendidikan menegaskan bahwa pendidikan akan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat, dengan indikator-indikator kualitatif sebagai berikut:
a. Pendidikan akan meningkatkan status sosial individu atau kelompok masyarakat, yang kemudian menjadi instrumen dan kekuatan pendorong proses mobilitas vertikal. Pencapaian mobilitas vertikal ini akan melahirkan prestise sosial.
b. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan individu atau kelompok masyarakat untuk mendapatkan atau memilih jenis-jenis pekerjaan yang lebih baik. Tentu saja ini akan berimplikasi pada perbaikan dan peningkatan penghasilan sehingga berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan derajat kesejahteraan dan kesehatan.
c. Pendidikan akan membawa dampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan apabila derajat kesejahteraan masyarakat kian membaik dan populasi penduduk miskin semakin berkurang.
d. Pendidikan akan membekali individu dengan sejumlah keterampilan sosial seperti kemampuan berkomunikasi, menjalin interaksi sosial, dan membangun relasi harmonis di dalam kehidupan bermasyarakat
e. Pendidikan akan membuka berbagai peluang untuk melakukan inovasi dan menyediakan sejumlah pilihan alternatif untuk mengembangkan kreativitas sosial di berbagai bidang kehidupan.







0 komentar:
Posting Komentar